Pages

Loading

Kekhawatiran Investor Pasca Bailout Yunani

euros, euros crisisInfo Rupiah Indonesia - Euro menguat terhadap mayoritas mata uang lainnya yang diperdagangkan sebagai imbas disetujuinya dana talangan kedua bagi Yunani yang dibarengi oleh tindakan utang swap dan penghematan sebagai syarat yang harus disepakati oleh Yunani. Kesepakatan ini memungkinkan Athena untuk memulai pertukaran obligasi dengan investor swasta untuk membantu meletakkannya pada pijakan keuangan yang lebih stabil dan tetap di dalam zona Euro.

Yunani akan ditempatkan di bawah pengawasan permanen dengan kehadiran Eropa meningkat di tanah dan diharuskan menyetor dana untuk membayar hutang dalam sebuah rekening khusus untuk jaminan pembayaran. Hal ini merupakan langkah maju bagi Yunani walaupun Yunani masih membutuhkan banyak dana untuk mengatasi hutangnya di masa mendatang.

Euro berada pada level $ 1,3234 dan terhadap Yen 105,54. Yen jatuh terhadap Dollar AS karena investor menjual mata uang Yen untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi. Yen berada pada level 79,74.

Dollar Australia dan Selandia Baru juga turun terhadap sebagian besar mitra utama mereka sebagai saham Asia jatuh merendam permintaan untuk aset yielding tinggi. Aussie tergelincir 0,4 persen menjadi $ 1,0622 setelah para investor bertaruh bahwa Reserve Bank of Australia akan memotong suku bunganya. Sedangkan Dollar Selandia Baru berada pada level 83,15 sen AS.

Hal yang sama juga dialami oleh Won Korea Selatan yang turun 0,4 persen menjadi 1.126,95 per Dollar sebagai imbas akan kekhawatiran krisis utang Eropa akan berlarut-larut. Rupiah Indonesia sendiri menguat tipis hanya 5 poin ke posisi Rp 9.030 dari sebelumnya Rp 9.035 (Kurs Dollar Hari ini) sebagai imbas dari keberhasilan Yunani mendapatkan paket bail out internasional tahap kedua walaupun tipis.

Sedangkan Peso Filiphina turun 0,3 persen menjadi 42,78, Dollar Singapura turun 0,3 persen ke level S$ 1,2596, Dollar Taiwan berada pada level NT$29,574 dan Yuan China berada pada 6,2965. Selain karena kekhawatiran akan krisis Yunani juga akibat dari tingginya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Maret naik $ 2,60 ke $ 105,84 per barel di Bursa Mercantile New York sedangkan untuk pengiriman April naik $ 2,65 menjadi $106,25 per barel di Nymex. Untuk minyak Brent pengiriman April meningkat $ 1,61 menjadi $121,66 per barel.
ReadmoreKekhawatiran Investor Pasca Bailout Yunani

Krisis Yunani Optimis Teratasi

Info Rupiah Indonesia - Sentimen positif muncul dari China setelah Bank Sentral China akan memotong persyaratan cadangan bagi bank atau yang disebut Giro Wajib Minimum (GWM) guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat dari menurunnya pasar perumahan sekaligus menjinakan inflasi di negaranya sehingga membuat saham-saham di Asia menguat di tambah lagi keyakinan akan disetujuinya penggelontoran dana talangan oleh pemimpin Eropa semakin meningkatkan optimisme investor dan menyokong sentimen pengambilan resiko.

Euro naik 0,6 persen pada $1,3213 terhadap Dollar AS juga naik terhadap Yen yaitu 105,75 dan tetap di level 105,14. Mata uang Australia juga menguat 0,7 persen berada pada $1,0784, Selandia Baru juga menguat 1 persen menjadi 84,08 Sen. Sedangkan mata uang Asia yang menguat yaitu dipimpin oleh Ringgit Malaysia menguat 0,6 persen menjadi 3,0195, Won Korea Selatan menguat 0,3 persen menjadi 1.122,25, Peso Filiphina naik 0,4 persen menjadi 42,450, Yuan China menguat 0,07 persen 6,2948 sedangkan Rupiah Indonesia berada pada level Rp 9.038 dari sebelumnya Rp 9.017 (Kurs USD-IDR saat ini).

Selain itu harga emas juga ikut menguat seiring melemahnya Dollar AS, harga emas naik 0,8 persen menjadi US$ 1.736,80 per troy ounce sedangkan untuk pengantaran April naik 0,7 persen menjadi US$ 1.738 per troy ounce.

LinkHarga beberapa komoditas lain juga ikut menguat seperti Tembaga naik 1,8 persen menjadi $ 8.320 per metrik ton, Seng meningkat 2,8 persen menjadi $ 2,000.25 per ton, Nikel naik 1,9 persen menjadi $ 20.000 sedangkan Timah naik 2,7 persen menjadi $ 24.100.

Sedangkan harga minyak dunia melompat tinggi ke level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir, untuk pengantaran Maret naik sebesar US$ 1,97 menjadi US$ 105,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Hal ini disebabkan antara lain keluarnya pernyataan Iran yang menghentikan ekspor minyaknya ke Perancis dan perusahaan-perusahaan Inggris. Negara-negara Eropa tidak punya pilihan lain selain menerima kesepakatan jika tidak ingin semuanya terguncang. Harga minyak Brent juga naik untuk pengantaran April dari US$ 1,57 menjadi US$ 121,15 per barel di ICE Futures Europe Exchange.
ReadmoreKrisis Yunani Optimis Teratasi

Harga Emas Merangkak Naik

harga emasInfo Rupiah Indonesia - Harapan akan turunnya bailout kedua Yunani setelah Yunani sepakat untuk melakukan langkah penghematan anggaran tambahan seperti yang diminta oleh pemberi pinjaman membuat Euro menguat. Sebagai tindak lanjut atas kesepakatan itu Bank Sentral Nasional di blok mata uang akan bertukar kepemilikan obligasi Yunani pekan ini.

Ditambah data yang muncul dari AS yang menunjukan turunnya jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran yang menandakan pulihnya pasar tenaga kerja sehingga membuat indeks Dollar turun 0,4 persen menjadi 79,370.

Euro berada pada level $ 1,3132 bahkan jika sentimen positif zona Euro ini terus berlanjut bisa jadi Euro mampu menembus $1,3300 sedangkan terhadap Yen, Euro sempat berada pada level 103,82 sebelum akhirnya berada pada level 103,60.

Sedangkan pertukaran obligasi Yunani ini juga memicu menguatnya mata uang lainnya seperti Dollar Australia dan Selandia Baru karena sentimen ini mendorong permintaan akan aset beresiko. Dollar Australia naik 0,3 persen menjadi $1,0789 dan terhadap Yen naik 0,6 persen menjadi 85,36 Beberapa Grafik Kurs Mata Uang).

Dollar Selandia Baru naik 0,6 persen menjadi 83,77 sen AS dan terhadap Yen naik 0,8 persen berada pada level 66,29. Menguatnya Dollar Selandia Baru ini setelah Gubernur Reserve Bank Alan Bollard mengatakan kinerja ekonomi negara dapat understated dibandingkan negara lain karena negara itu interprestasi statistik konservatif.

Harga emas naik pada Jumat ini seiring membaiknya zona Euro yaitu naik 0,3 persen menjadi $1,733.60, Platinum naik 0,6 persen menjadi $1,628.99 namun menuju penurunan setelah naik selama enam minggu sedangkan Paladium naik 0,3 persen menjadi $693,72.

Sedangkan Rupiah Indonesia belum bisa menguat tinggi seiring membaiknya berita Yunani dan hanya berada pada level Rp 9.043 dari sebelumnya yaitu Rp 9.093 (kurs USD IDR saat ini) yang berarti hanya menguat 0,5 persen terhadap Dollar AS.
ReadmoreHarga Emas Merangkak Naik

Rupiah Terimbas Krisis Yunani

Info Rupiah Indonesia - Lembaga Pemeringkat Internasional Moody's Investor Service memangkas peringkat enam negara Uni Eropa terdiri dari Italia, Spanyol, Portugal, Slovakia, Slovenia dan Malta sekaligus merevisi outlook peringkat Inggris dan Perancis menjadi negatif sehingga para investor sempat memburu Dollar AS yang dianggap sebagai save haven yang serta merta membuat harga emas tertekan dan menyusut 0,2 persen menjadi US$1.721,40 per troy ounce juga sekaligus melemahkan beberapa harga komoditas seperti minyak dan tembaga.

Turunnya harga emas sesaat ini bisa jadi malah mendorong para investor untuk memborong emas karena sejatinya emas adalah pilihan yang tepat di saat krisis ekonomi maupun menghadapi tekanan inflasi. Berita positif yang mampu mendongkrak harga emas untuk naik kembali adalah Bank Sentra China sudah mulai membeli emas guna cadangan devisa dan India sebagai negara pemakai emas terbesar akan melaksanakan upacara keagaamaan yang bakal banyak memakai emas sekaligus kondisi Dollar AS yang juga belum terlalu bagus.

Dibalik berita negatif ini ada kabar baik yang muncul yaitu pernyataan Gubernur People's Bank Of China Zhao Xiaochuan yang menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam program penanganan krisis Eropa termasuk dalam fasilitas Keuangan Eropa (EFSF).

Berita ini membuat Euro menguat 0,2 persen menjadi $ 1.3159 dan membuat harga emas kembali rebound dan naik 0,3 persen menjadi US$ 1.725,68 per troy ounce. Harga emas melaju seiring tingginya kepemilikan di Exchange-traded funds (ETF) yang mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah yaitu mencapai 2.390,729 metrik ton.

Mata Uang Asia menguat seperti Peso naik 0,2 persen menjadi 42.675 per Dollar AS, Ringgit Malaysia menguat 0,1 persen menjadi 3,0410 per Dollar AS, Dollar Taiwan naik 0,2 persen menjadi NT$ 29,549 dan Won Korea Selatan naik 0,1 persen menjadi 1,122.85 per Dollar AS. Sedangkan Rupiah Indonesia melemah 0,2 persen ke posisi Rp 9.048 per Dollar AS walaupun hasil lelang obligasi menggembirakan dan meraih dana Rp 2,2 triliun dan penawaran melonjak hingga Rp 7,1 triliun namun tetap saja Rupiah terimbas dari berita buruknya krisis di Yunani.
ReadmoreRupiah Terimbas Krisis Yunani

Parlemen Yunani Mendukung Penghematan

Info Rupiah Indonesia - Akhirnya Papademos memenangkan dukungan dari parlemen terkait kebijakan penghematan. Dalam voting tersebut 151 anggota parlemen memberikan dukungannya terhadap Papademos sedangkan langkah yang disetujui meliputi 22 persen dana pensiun yang lebih rendah serta pemangkasan jumlah pegawai negeri sipil sebanyak 15.000 karyawan dan langkah ini setara dengan 7 persen dari Nilai Produk Domestik Bruto Yunani dalam tiga tahun kedepan sudah termasuk debt swap yang akan memangkas 100 miliar Euro dari 200 miliar Euro utang yang dipegang pihak swasta. Dan kabar baik ini membuat Euro naik 0,3 persen pada level $1,3235. Sedangkan harga emas sedang dalam posisi mengincar gagalnya bailout Yunani ini, jika kesepakatan ini gagal maka harga emas bisa menguat. Saat ini harga emas berada pada level US$1.731,38 per troy ounce dari sebelumnya US$ 1.734,88 per Troy ounce.

Mata uang Asia mayoritas menguat dipimpin oleh Ringgit Malaysia, Ringgit menguat 0,4 persen menjadi 3,252 per dollar setelah keluar berita bahwa perekonomian Malaysia naik selama sembilan kuartal lamanya pada kuartal akhir 2011, Dollar Taiwan menguat 0,1 persen menjadi NT$29,534, Won Korea Selatan berada pada posisi 1.123,40 per Dollar, Peso Filiphina 42,50, Rupiah Indonesia berada pada posisi Rp 9.025 setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunganya (kurs USD IDR saat ini) sedangkan Bath Thailand berada pada level 30,84.
ReadmoreParlemen Yunani Mendukung Penghematan

Bank Indonesia Menurunkan Suku Bunga

Info Rupiah Indonesia - Euro stabil berada pada level $1,3276 setelah Yunani sepakat tentang rencana penghematan yang merupakan syarat untuk mengucurnya dana bantuan internasional seperti yang diinginkan para menteri keuangan zona Eropa. Jean-Calude Juncker menetapkan tiga kondisi yang harus dipenuhi yaitu Parlemen Yunani harus meratifikasi paket ketika bertemu pada hari Minggu dan pengurangan lebih lanjut dari 325 juta Euro dari pengurangan pengeluaran yang dibutuhkan untuk diindetifikasi pada Rabu depan dan yang terakhir mereka memerlukan jaminan politik yang kuat dari pemimpin partai koalisi pada pelaksanaan program.

Dollar Australia turun 0,3 persen menjadi $1,0748 setelah Bank Sentralnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 3,5 persen pada 2012 turun dari perkiraan November sebesar 4 persen. Komoditas industri seperti minyak dan tembaga turun sedangkan emas berada pada level $ 1.731,31per troy ounce Untuk diketahui harga minyak mentah AS turun 0,4 persen menjadi $ 99,49 per barel dan minyak mentah Brent berada pada level $ 118,59 per barel.

Di zona regional, Rupiah Indonesia turun dipicu oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen dari sebelumnya 6 persen. Bank Indonesia memangkas suku bunga acuannya seiring turunnya inflasi guna mendongkrak pertumbuhan ekonominya di tengah memburuknya ekonomi global.

Pemerintah kelihatannya memanfaatkan turunnya inflasi guna menekan suku bunga untuk lebih rendah lagi namun tidak bisa secara agresif lagi melihat proyeksi kenaikan harga listrik dan bahan bakar yang akan naik pada bulan April dapat memicu sentimen negatif bagi Rupiah. Rupiah berada pada level Rp8.988 dibandingkan sebelumnya Rp8.940 (Kurs USD IDR saat ini).
ReadmoreBank Indonesia Menurunkan Suku Bunga

Bantuan China Untuk Eropa Tinggal Menunggu Waktu

Info Rupiah Indonesia - China tampaknya segera menyediakan dana segar untuk membantu pemulihan Eropa. Likuiditas dari Beijing akan ditaruh dalam instrumen EFSF.

Dengan membantu pemulihan krisis, China akan mendapat timbal balik dari partisipasinya mengingat Eropa adalah mitra dagang terbesar negeri tirai bambu.

China adalah pemilik cadangan devisa terbesar dunia dengan jumlah mencapai $3 triliun. Indikasinya bisa dilihat dari jalinan baik antara Wen Jiabao dan Angela Merkel, yang terlihat akrab saat mengunjungi wilayah manufaktur Guandong pekan lalu.

Idealnya, China akan menginvestasikan beberapa puluh miliar euro secara bertahap hingga genap menjadi sekitar 100 miliar euro. Menurut Gangming, China akan mengambil peran untuk menopang daya pinjam IMF melalui program dana talangan lembaga tersebut.

Sikap China terhadap krisis Eropa sangat dinanti oleh banyak pihak. Investasi miliaran euro adalah sentimen terbaik bagi pelaku ekonomi global, terutama dalam meredam kecemasan isu hutang negara bermasalah. Sebagai kompensasinya, Eropa akan membuka jalur perdagangan lebih luas dibanding apa yang sudah diraih China hari ini. "Investasi China (ke EFSF) juga relatif aman karena negara Eropa termasuk kaya," ujar Gangming.

Pada Forum Ekonomi Dunia September silam, Perdana Menteri Wen Jiabao sudah menawarkan bantuan untuk Eropa. Sebagai imbalan, China meminta Eropa mengakui status China sebagai pasar ekonomi dalam WTO sebelum 2016. "Ketulusan bisa dilihat dari bagaimana seorang teman membantu teman lainnya," ujar Wen diplomatis kala itu. Namun tampaknya Beijing ingin 'jual mahal' seraya menanti pihak benua biru bersikap aktif mendekatinya.

Sekarang pihak euro yang dikoordinasi oleh Angela Merkel sudah benar-benar meminta belas kasih. Tidak ada alasan lagi bagi China untuk menunda bantuan, kecuali ada kekuatan lain yang tidak menghendaki hal tersebut.
ReadmoreBantuan China Untuk Eropa Tinggal Menunggu Waktu

Lelang SUN Indonesia Sukses

Info Rupiah Indonesia - Perdana Menteri Lucas Papademos menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Komisi Eropa, bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional guna menempatkan sentuhan akhir pada dokumen kesepakatan mengenai anggaran dan langkah-langkah struktural yang dibutuhkan untuk membebaskan paket bantuan kedua. Pada hari ini Papademos juga di jadwalkan bertemu dengan Charles Dallara, Direktur Pengelola Institut Internasional Keuangan, dan Deutsche Bank AG Ketua Joseph Ackermann sedangkan pertemuannya dengan tiga partai pendukung pemerintahannya ditunda sampai besok pagi.

Euro naik 1 persen menjadi $1,3261 setelah sempat menyentuh $1,3270 yang merupakan level tertingginya sejak 12 Desember sedangkan Yen turun 0,3 persen menjadi 76,77 per Dollar terhadap Euro, Yen jatuh menjadi 101,78. Euro juga menguat terhadap Swiss Franc naik sebesar 0,2 persen menjadi 1,20904.

Dollar Australia menguat terhadap sebagian dari 16 mata uang utama setelah Bank Sentral mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen. Dollar Australia menguat 0,8 persen menjadi $1,0809 sedangkan level tertingginya yaitu $1,0823 pada 2 Agustus lalu.

Untuk mata uang regional kita Rupiah Indonesia bergerak stabil dikarenakan suksesnya lelang Surat Utang Negara (SUN). Pemerintah berhasil menjual SUN senilai Rp12 triliun melebihi target yang hanya Rp 8 triliun sedangkan penawaran yang masuk melonjak hingga Rp 42,38 triliun disamping itu investor asing tercatat menjual saham lokal hanya sebesar US$120 juta dalam dua hari pertama minggu ini.

Minat asing terhadap obligasi Indonesia semakin besar setelah Moody's dan Fitch Rating menaikan peringkat investment grade untuk Indonesia. Rupiah berada pada level Rp8.989 dari posisi sebelumnya yaitu Rp8.990 (Kurs USD IDR saat ini).
ReadmoreLelang SUN Indonesia Sukses